Kuliah Luar Ruangan.MD.DM.B.2019
A. LATAR BELAKANG
Di indonesia yang indetik dengan tanah surgawi, yang merupakan sebuah konsep besar yang terdiri dari keberagaman etnik dan memiliki sifat komunalisme secara otonom masing masing nya membanggakan komunalisme tradisional secara dinamik turun temurun, etnik merupakan konsep yang pekat dari sisi pemahaman proses sosial , individu-individu yang ada dalam kelompok etnik samasama memilik prasaan identitas kelompok,separangkat nilai, kepentingan politik dan ekonomi, pola pola perilaku, dan elemen-elemen budaya lain dalam masyarakat.
Menurut Rosa (1977),sebagai mana dikutip oleh agus salim, menyatakan bahwa kelompok yang anggota nya memegang warisan budaya dan sosial yang unik yang di wariskan dari generasi ke generasi berikutnya dikenal dengan kelompok etnik. Indonesia memiliki ratusan etnik ke sukuan yang mengindikasikan bahwa bumi nusantara merupakan taman surga yang kaya dengan nilai-nilai luhur dan adiluhung, Ragam etnik, sesungguhnya tidak terlepas dari suburnya tanah air nusantara yang sebagian besar di dominasi oleh lautan dan hutan tropis dengan jutaan jenis tumbuhan yang hidup di rimba belantara, kekayaan alam itulah yang muncul berbagai macam etnik, dan kemudian mereka kelola berdasarkan tata nilai yang di anut secara turun temurun. Sistem budaya merupakan tingkat yang paling tinggi dan paling abstrak dari adat istiadat, hal ini di sebabkan oleh karena nilai-nilai budaya adalah konsep mengenai apa yang ada dan hidup di alam pikiran manusia, apa yang mereka anggap bernilai, berharga, yang terpenting dan tidak penting sehingga sistem nilai tersebut berguna sebagai pedoman berperilaku, memberi arah dan orientasi kepada setiap warga masyarakat untuk menjalankan kehidupanIslam dipandang sebagai agama sekaligus peradaban. Hal terpenting berkenaan dengan dialektika agama dan budaya lokal perlu diperhatikan karakteristik budaya yang mencakup wujud, isi, dan unsur-unsurnya. Dari wujud dan isi kandungan budaya itulah terlihat bahwa produk budaya dalam masyarakat beragama merupakan hasil dialektika agama dan budaya lokal yang plural itu. Kondisi sosiologis berdampak pada produk-produk budaya dalam masyarakat, demikian pula halnya kondisi sosiologis masyarakat Islam.
Kehadiran Islam di dunia Melayu merupakan babakan baru bagi kehidupan orang Melayu, karena sebelum datangnya Islam, orang Melayu hidup dalam dunia yang penuh mitos dan mistis. Islam hadir dengan membawa konsep-konsep dan nilai-nilai baru yang menggeser nilai-nilai yang berbau mistis ke arah pemikiran yang rasional. Islam juga mampu memecahkan persoalan-persoalan yang tak terpecahkan dalam keyakinan orang Melayu sebelumnya. Kebudayan melayu di riau mengalami kita kali perubahan , yaitu kebudayaan melayu tradisional, kebudayaan melayu Hindu-Budha, dan kebudayaan melayu islam, pada mula nya kebuyaan melayu di riau berasaskan nilai-nilai yang bersumber dari kepercayaan animisme dan dinamisme yang serat bermuatan mitos, ketika wilayah pelalawan yang ada di riau berada di bawah kekuasaan sriwijaya yang beragama budha dan majapahit yang beragama hindu orang-orang melayu pelelawan beserta kebudayaan tradisionalnya bersentuhan dan mengalami kontak langsung dengan ajaran Hinduisme dan Budhisme, tetapi persentuhan tersebut tidak membawa perubahan mendasar, karena ajaran Hinduisme-Buhdaisme dan kebudayaan tradisional orang-orang melayu di Riau.
Kedatangan islam kedalam kehidupan orang-orang melayu di Riau pada abad VII/VIII Masehi atau abad pertama hijrah dan lebih intensif pada abad XIII/XIV Masehi atau abad VII/VIII hijriah yang di bawa oleh pedagang -pedagang arab Muslim langsung dari semenanjung Arabia , merupakan awal terjadinya persentuhan Kebudayaan orang - orang melayu dengan Islam. Persentuhan tersebut mendorong terjadinya akulturasi dan perubahan ada kebudayaan tradisional orang - orang melayu . Simbol kebudayaan Melayu yang sampai sekarangini diakui sebagai referensi bagi identitas Melayu adalah Islam, bahasa Melayu. selesai dengan menjalankan syariat Islam
B. RUMUSAN MASALAH
Sistem budaya melayu di Riau pada awalnya perpaduan antara nilai-nilai yang di bawa oleh islam, adat dan tradisi seperti yang terdapat dalam siklus kehidupan, yang menjadi pembahasan dalam makalah ini adalah pertama membahas tentang apa itu Animisme dan Dinamisme dalam budaya melayu Riau? Dan bagaimana mana mengatasi nya, kemudian apa yang di hadapi dalam proses akulturasi islam dan budaya melayu ialah masalah realitas budaya masyarakat yang serat dengan muatan kepercayaan leluhur berupa mitos ? Relasi islamisasi dan budaya melayu? Dan peran pemerintah ulama dan dai dalam kebudayaan budaya melayu
C. DINAMIKA ISLAM DI INDONESIA
1. Islam dalam Budaya Lokal : Budaya melayu Riau
a. Agama dalam tradisi tradisional
peradaban Islam dengan kebudayaan kebudayaan lokal dari kawasan-kawasan yang dalam arti teknis lambat laun mengalami pengislaman. Masalah hubungan antara lapisan peradaban universal yang berkoeksistensi dengan peradaban kedaerahan, bukanlah semata-mata masalah khas Islam, melainkan juga merupakan ciri setiap kawasan yang ditilik dari segi kebudayaan yang dikenal sebagai peradaban dengan jangkauan supernasional atau universal. Islam ketika harus diaktualisasikan dalam kebudayaan telah menampilkan wajahnya yang beragam, dan dalam keragaman kebudayaan Islam yang bersifat regional itu masih tersedia tempat bagi kebudayaan Islam lokal. Dari keanekaragaman kebudayaan ini.
b. Islamisasi Budaya Melayu
Di melayu Riau agama dijadikan sebagai landasan budaya, maka dalam kehidupan elayu, hal itu dapat dilihat dari rentang kehidupan mereka. Berawal dari kepercayaan nenek moyang nusantara yang bersifat animisme-dinamisme, kemudian beralih kepada Hindu-Buddha, kemudian berpindah kepada agama tauhid, yaitu Islam.
Animisme dan Dinamisme
a. Kepercayaan Animisme yaitu kepercayaan berupa keyakinan berupa ruh yang mendiami alam semesta sekeliling tempat tinggal dan menyebabkan terjadinya berbagai gejala atau peristiwa alam, ruh-ruh itu menurut kepercayaan orang primitif, dapat menguasai tubuh manusia serta mengasumsikan nya, ia juga dapat merasuk ke tubuh hewan dan tumbuh-tumbuhan atau pohon. Aku kepercayaan animisme berbentuk pemujaan ruh manusia atau hewan terutama kepada ruh manusia yang sudah meninggal ,mereka juga percaya bahwa di sekeliling mereka ada makhluk halus (gaib) yang bisa berbuat apa saja, agar tidak meganggu makhluk halus itu harus mereka hormati dan di jadikan sesembahan dengan melakukan ritus, seperti ritus kelahiran, perkawinan, penobatan berbagai penyakit dengan ritus ini menggunakan tepung tawar, aku beras kunyit mantra, pengorbanan melepamis hewan di tempat tertentu keepercayaan animisme juga melahirkan intuisi sosial berupa bomo , pawang dan dukun yang di percayai sebagai orang yang memiliki kemampuan untuk menghubungkan manusia yang masih hidup dengan makhluk gaib dan dengan arwah nenek moyang
b. Kepercayaan Dinamisme , Yaitu suatu kepercayaan yang mengarah ke benda-benda, hewan-hewan dan lain - lain yang di anggap mempunyai kekuatan gaib orang-orang melayu yang masih primitif percaya bahwa benda - benda alam mempunyai kekuatan yang memancar dari ruh - ruh, yang di sebut dengan mana, dan mereka percaya bahwa kekuatan itu dapat di miliki oleh manusia.
Setelah orang Melayu bersentuhan dengan agama Islam dan mereka tertarik dengan i sehingga mereka meninggalkan kepercayaan lama. bahasa.
a. Budaya Melayu yang masih kental unsur yang berasal dari kepercayaan atau agama sebelumnya digeser arah dari makhluk halus (dewa-dewa) kepada kekuasaan Allah, yang kekuasaan-Nya meliputi dan mengatasi segala makhluk dan jagat raya.
b. Teks atau matan budaya yang berbentuk lisan seperti mantra, monto, jampi, serapah diberi baju Islam. Caranya, pembukaan mantra dimulai dengan Bismillah, sedangkan akhirnya disudahi dengan kata Allah dan Muhammad. Jadi dari luar mantra itu terkesan Islami,
c. Dibuat karya-karya (terutama sastra) yang bercitra Islam untuk menandingi karya-karya yang masih berunsur syirik. Untuk menandingi berbagai mantra tersebut, maka dibuatlah tawar, doa, dan lemu yang mengandung unsur Islam lebih dominan.
2. Konflik dalam Budaya Melayu
a. Di mulai dari masuk islam di riau bahkan hingga saat ini islam di melayu masih mempercayai animisme dan dinamisme, kepercayaan Animisme sendiri lebih kepada mempercayai hal - hal gaib seperti mempercayai ruh ruh arwah nenek moyang leluhur yang sudah meninggal yang mereka masih anggap berada di tengah - tengah makhluk halus (gaib leluhurnya ) bahkan makhluk halus ini mereka jadikan sembah - sembahan dan di muliakan Arwah leluhur nya apalagi dalam kondisi tertentu seperti ketika ritus perkawinan, kelahiran, pengobatan dan lain sebagai nya,yang di jadikan sebagai salah satu ungkapan syukurnya. mereka beranggapan dengan mengenang para arwah segala permintaan mereka di restui oleh para nenek moyang nya yang selalu mereka anggap ada di setiap keliling mereka walaupun tidak terlihat .
b. Kepercayaan Dinamisme kepercayaan yang lebih abstrak karena kepercayaan ini lebih kepada mengarah ke benda - benda, hewan dan lain sebagai, benda - benda ini di anggap mempunyai kekuatan gaib, yang memancar ke ruh-ruh,yang di sebut mana dan mereka percaya kekuatan ini bisa di miliki manusia ,karena ketika manusia mempunyai kekuatan mana adalah orang orang yang berhasil dalam pekerjaanny, Orang - orang berkuasa, dan orang - orang yang mampu memimpin orang lain, aku benda benda yang mempunyai mana seperti benda - benda batu akik
C. Hal - hal menyekutukan tuhan seperti Memercayai dukun bahwasanya ketika manusia sedang menghadapi masalah atau sedang sakit maka mereka berkonsultasi dengan dukun yang mampu menyembuhkan dan memberikan solusi ,dengan dukun tersebut baca matra di ikuti oleh pasien tersebut dengan mantra-mantra itu di amalkan terus oleh pasien agar apa yang di inginkan dapat tercapai.
d. Budaya melayu juga sangat pekat dengan mitos - mitos kepada hal - hal yang gaib yang secara rasional belum tentu kebenarannya seperti ketika laki-laki hendak melamar perempuan ketika laki - laki itu mengujungi rumah wanita itu tanpa di ketahui wanita nya nah pada saat laki-laki datang wanita tersebut sedang nyuci maka anggapan merka wanita ini lanyak di jadikan istri karna pandai dalam hal rumah tangga, namun ketika wanita itu
d. Mempercayai tangkal, tangkal bisa terbuat dari benda apa saja seperti tangkal gelang pukah Orang - orang melayu juga percaya bahwa tangkal mempunyai kekuatan gaib dan dapat melindungi pemakainya dari suatu penyakit atau dari perbuatan sihir memakai tanggal tersebut di ikatkan pada lengan atau pinggang, dan membuat tangkal pada anak bayi dan di letekan di tempat tidur agar anak tersebut terhindar dari ganguan jin dan makhluk halus nya kegiatan ini dilakukan orang melayu primitif hingga saat ini .
e. Tangkal air pandan dan beda beras tajik yang di masukan kedalam mangkok lalu di tambahkan air dan di masukan pandan yang di pegang oleh suamiguna nya untuk ketika seorang suami istri yang hendak pindah dari rumah baru nya ,agar hubungan keluarga nya baik-baik dan tetap rukun, air tersebut di cipratkan di depan halamn rumah dan pintu sebanyak 3 kali
3. Solusi
, dalam keadaan seperti ini peran ulama dan dai sangat penting, bahkan perhatian perintah terhadap penduduk ini juga berpengaruh besar, apalagi Riau sendiri merupakan pulau sumatra yang cukup luas dimana masyarakat atau penduduk tidak sepadat di jogja di lengkapi lagi disana banyak hutan-hutan dan di pedesakan jarak satu rumah ke rumah lumayan jauh, dengan keadaan seperti ini perlu di tekan kan lagi peran pemerintah sangat penting untuk memudahkan akses tempat pelosok menuju tempat ramai atau perkotaan, bahkan akses listrik menuju desa ke desa juga sangat penting agar masyarakat tidak terlalu ketinggalan zaman dan wawasan mereka juga luas terhadap islam sendiri,Kemudian peran ulama atau orang alim juga berperan penting karna merupakan suatu orang besar yang menjadi panutan dalam suatu tempat tersebut dan perlahan bisa menghilang kan budaya budaya analisme dan dinamisme secara sedikit demi sedikit, agar suatu tempat tersebut atau daerah tersebut selalu di lindungi oleh Allah, Maka para dalam mengembangkan islam lebih berorientasi pada pendekatan hukum dengan menjadikan adat sebagai sasaran nya ketika hukum adat yang merupakan hasil dari kecendekiaan leluhur masa lalu tidak di lakukan dengan merombak muatan adat, dengan cara menuluskan adat tersebut dengan cata kebijakansaan dengan dalili tanpa harus menghapus nya tetaplah berpatokan kepada Rahmattan lil alamin , ulama ulama melayu di riau yang sangat saya apresiasi karna cara dalam berdakwah dengan cara menulis hikayat, gurindam, dengan bahasa melayu yang penuh makna dengan islamisasi Selanjutnya ya peran dai seorang dai hendaklah bijak dan update terhadap sosial, seperti membuat peta dimana tempat atau daerah yang kurang pengetahuan terhadap agamanya yang di jadikan strategi dakwah oleh dai tersebut memperkenalkan islam kepada orang orang awam, dai karna dai merupakan salah satu obat , dai yang cerdas dan perhatian nya yang sangat tinggi terhadap lingkungan juga sangat penting kreatif dan inovatif terhadap masyarakat , seorang dai juga harus mampu mengetahui kebudayaan dan ke aneka ragamaan dan kondisi psikologi masyarajat,kemudian di telaah kebenarannya dan menguat kan pendapat - pendapat dengan dalil - dalil atau hadis dan dai juga menggunakan metode dalam berdakwah agar dakwah nya mudah di terima di masyarakat, bahkan bisa dengan cara seorang dari tersebut berdomisili di tempat tersebut selama beberapa beberapa bulan untuk berdakwah cara seperti ini lebih mudah dan efektif.Lalu dengan cara tersebut di dai di dai bisa menghidupkan mesjid-mesjid mati dengan cara mengadakan pengajian terus penunggu atau perbulan kemudian di tambah lagi dengan mengajar TPA kepada anak anak atau bahkan orang tua,dan seorang dai juga bisa mendirikan pesantren dengan adanya pesantren maka agama bisa mulai lebih berkembang dan budaya budaya yang meyalahi aturan bisa perlahan hilang
PENUTUP
A. kesimpulan
Kehadiran Islam di dunia Melayu merupakan babakan baru bagi kehidupan orang Melayu, karena sebelum datangnya Islam, orang Melayu hidup dalam dunia yang penuh mitos dan mistis. Islam hadir dengan membawa konsep-konsep dan nilai-nilai baru yang menggeser nilai-nilai yang berbau mistis ke arah pemikiran yang rasional Islam juga mampu memecahkan persoalan-persoalan yang tak terpecahkan dalam keyakinan orang Melayu sebelumnya. Proses peralihan keyakinan orang Melayu dari Hinduisme/Buddhisme ke Islam merupakan tema yang menarik untuk dikaji. Hal ini mengingat agama merupakan inti dari suatu kebudayaan kebudayaan Melayu bersumber dari Islam dan tidak boleh ada pertentangan adat dengan Islam, jika terdapat pertentangan maka adatlah yang harus mengalahMasyarakat Melayu juga menjadikan Islam sebagai identitas budayaatau Islam menjadi teras utama dalam budaya Melayu. Dengan memasukkan nilai-nilai Islam dalam adat atau budaya Melayu akan mempermudah proses persebatian Islam dengan budaya Melayu.
Lampiran
No
Konflik
Solusi
1
Masyarakat kurang menelaah budaya nenek moyong lelulur
Penting peran seorang ulama dan dai di suatu tempat atau daerah masyarakat tersebut untuk berdakwah dan meluruskan kebudayaan leluhur dan menguatkan nya dengan dalil Al-Quran dan hadis
2
Kurang nya wawasan bagi masyakat pedesaan
Pemerintah hendak nya lebih perhatian terhadap masyarakat
Di indonesia yang indetik dengan tanah surgawi, yang merupakan sebuah konsep besar yang terdiri dari keberagaman etnik dan memiliki sifat komunalisme secara otonom masing masing nya membanggakan komunalisme tradisional secara dinamik turun temurun, etnik merupakan konsep yang pekat dari sisi pemahaman proses sosial , individu-individu yang ada dalam kelompok etnik samasama memilik prasaan identitas kelompok,separangkat nilai, kepentingan politik dan ekonomi, pola pola perilaku, dan elemen-elemen budaya lain dalam masyarakat.
Menurut Rosa (1977),sebagai mana dikutip oleh agus salim, menyatakan bahwa kelompok yang anggota nya memegang warisan budaya dan sosial yang unik yang di wariskan dari generasi ke generasi berikutnya dikenal dengan kelompok etnik. Indonesia memiliki ratusan etnik ke sukuan yang mengindikasikan bahwa bumi nusantara merupakan taman surga yang kaya dengan nilai-nilai luhur dan adiluhung, Ragam etnik, sesungguhnya tidak terlepas dari suburnya tanah air nusantara yang sebagian besar di dominasi oleh lautan dan hutan tropis dengan jutaan jenis tumbuhan yang hidup di rimba belantara, kekayaan alam itulah yang muncul berbagai macam etnik, dan kemudian mereka kelola berdasarkan tata nilai yang di anut secara turun temurun. Sistem budaya merupakan tingkat yang paling tinggi dan paling abstrak dari adat istiadat, hal ini di sebabkan oleh karena nilai-nilai budaya adalah konsep mengenai apa yang ada dan hidup di alam pikiran manusia, apa yang mereka anggap bernilai, berharga, yang terpenting dan tidak penting sehingga sistem nilai tersebut berguna sebagai pedoman berperilaku, memberi arah dan orientasi kepada setiap warga masyarakat untuk menjalankan kehidupanIslam dipandang sebagai agama sekaligus peradaban. Hal terpenting berkenaan dengan dialektika agama dan budaya lokal perlu diperhatikan karakteristik budaya yang mencakup wujud, isi, dan unsur-unsurnya. Dari wujud dan isi kandungan budaya itulah terlihat bahwa produk budaya dalam masyarakat beragama merupakan hasil dialektika agama dan budaya lokal yang plural itu. Kondisi sosiologis berdampak pada produk-produk budaya dalam masyarakat, demikian pula halnya kondisi sosiologis masyarakat Islam.
Kehadiran Islam di dunia Melayu merupakan babakan baru bagi kehidupan orang Melayu, karena sebelum datangnya Islam, orang Melayu hidup dalam dunia yang penuh mitos dan mistis. Islam hadir dengan membawa konsep-konsep dan nilai-nilai baru yang menggeser nilai-nilai yang berbau mistis ke arah pemikiran yang rasional. Islam juga mampu memecahkan persoalan-persoalan yang tak terpecahkan dalam keyakinan orang Melayu sebelumnya. Kebudayan melayu di riau mengalami kita kali perubahan , yaitu kebudayaan melayu tradisional, kebudayaan melayu Hindu-Budha, dan kebudayaan melayu islam, pada mula nya kebuyaan melayu di riau berasaskan nilai-nilai yang bersumber dari kepercayaan animisme dan dinamisme yang serat bermuatan mitos, ketika wilayah pelalawan yang ada di riau berada di bawah kekuasaan sriwijaya yang beragama budha dan majapahit yang beragama hindu orang-orang melayu pelelawan beserta kebudayaan tradisionalnya bersentuhan dan mengalami kontak langsung dengan ajaran Hinduisme dan Budhisme, tetapi persentuhan tersebut tidak membawa perubahan mendasar, karena ajaran Hinduisme-Buhdaisme dan kebudayaan tradisional orang-orang melayu di Riau.
Kedatangan islam kedalam kehidupan orang-orang melayu di Riau pada abad VII/VIII Masehi atau abad pertama hijrah dan lebih intensif pada abad XIII/XIV Masehi atau abad VII/VIII hijriah yang di bawa oleh pedagang -pedagang arab Muslim langsung dari semenanjung Arabia , merupakan awal terjadinya persentuhan Kebudayaan orang - orang melayu dengan Islam. Persentuhan tersebut mendorong terjadinya akulturasi dan perubahan ada kebudayaan tradisional orang - orang melayu . Simbol kebudayaan Melayu yang sampai sekarangini diakui sebagai referensi bagi identitas Melayu adalah Islam, bahasa Melayu. selesai dengan menjalankan syariat Islam
B. RUMUSAN MASALAH
Sistem budaya melayu di Riau pada awalnya perpaduan antara nilai-nilai yang di bawa oleh islam, adat dan tradisi seperti yang terdapat dalam siklus kehidupan, yang menjadi pembahasan dalam makalah ini adalah pertama membahas tentang apa itu Animisme dan Dinamisme dalam budaya melayu Riau? Dan bagaimana mana mengatasi nya, kemudian apa yang di hadapi dalam proses akulturasi islam dan budaya melayu ialah masalah realitas budaya masyarakat yang serat dengan muatan kepercayaan leluhur berupa mitos ? Relasi islamisasi dan budaya melayu? Dan peran pemerintah ulama dan dai dalam kebudayaan budaya melayu
C. DINAMIKA ISLAM DI INDONESIA
1. Islam dalam Budaya Lokal : Budaya melayu Riau
a. Agama dalam tradisi tradisional
peradaban Islam dengan kebudayaan kebudayaan lokal dari kawasan-kawasan yang dalam arti teknis lambat laun mengalami pengislaman. Masalah hubungan antara lapisan peradaban universal yang berkoeksistensi dengan peradaban kedaerahan, bukanlah semata-mata masalah khas Islam, melainkan juga merupakan ciri setiap kawasan yang ditilik dari segi kebudayaan yang dikenal sebagai peradaban dengan jangkauan supernasional atau universal. Islam ketika harus diaktualisasikan dalam kebudayaan telah menampilkan wajahnya yang beragam, dan dalam keragaman kebudayaan Islam yang bersifat regional itu masih tersedia tempat bagi kebudayaan Islam lokal. Dari keanekaragaman kebudayaan ini.
b. Islamisasi Budaya Melayu
Di melayu Riau agama dijadikan sebagai landasan budaya, maka dalam kehidupan elayu, hal itu dapat dilihat dari rentang kehidupan mereka. Berawal dari kepercayaan nenek moyang nusantara yang bersifat animisme-dinamisme, kemudian beralih kepada Hindu-Buddha, kemudian berpindah kepada agama tauhid, yaitu Islam.
Animisme dan Dinamisme
a. Kepercayaan Animisme yaitu kepercayaan berupa keyakinan berupa ruh yang mendiami alam semesta sekeliling tempat tinggal dan menyebabkan terjadinya berbagai gejala atau peristiwa alam, ruh-ruh itu menurut kepercayaan orang primitif, dapat menguasai tubuh manusia serta mengasumsikan nya, ia juga dapat merasuk ke tubuh hewan dan tumbuh-tumbuhan atau pohon. Aku kepercayaan animisme berbentuk pemujaan ruh manusia atau hewan terutama kepada ruh manusia yang sudah meninggal ,mereka juga percaya bahwa di sekeliling mereka ada makhluk halus (gaib) yang bisa berbuat apa saja, agar tidak meganggu makhluk halus itu harus mereka hormati dan di jadikan sesembahan dengan melakukan ritus, seperti ritus kelahiran, perkawinan, penobatan berbagai penyakit dengan ritus ini menggunakan tepung tawar, aku beras kunyit mantra, pengorbanan melepamis hewan di tempat tertentu keepercayaan animisme juga melahirkan intuisi sosial berupa bomo , pawang dan dukun yang di percayai sebagai orang yang memiliki kemampuan untuk menghubungkan manusia yang masih hidup dengan makhluk gaib dan dengan arwah nenek moyang
b. Kepercayaan Dinamisme , Yaitu suatu kepercayaan yang mengarah ke benda-benda, hewan-hewan dan lain - lain yang di anggap mempunyai kekuatan gaib orang-orang melayu yang masih primitif percaya bahwa benda - benda alam mempunyai kekuatan yang memancar dari ruh - ruh, yang di sebut dengan mana, dan mereka percaya bahwa kekuatan itu dapat di miliki oleh manusia.
Setelah orang Melayu bersentuhan dengan agama Islam dan mereka tertarik dengan i sehingga mereka meninggalkan kepercayaan lama. bahasa.
a. Budaya Melayu yang masih kental unsur yang berasal dari kepercayaan atau agama sebelumnya digeser arah dari makhluk halus (dewa-dewa) kepada kekuasaan Allah, yang kekuasaan-Nya meliputi dan mengatasi segala makhluk dan jagat raya.
b. Teks atau matan budaya yang berbentuk lisan seperti mantra, monto, jampi, serapah diberi baju Islam. Caranya, pembukaan mantra dimulai dengan Bismillah, sedangkan akhirnya disudahi dengan kata Allah dan Muhammad. Jadi dari luar mantra itu terkesan Islami,
c. Dibuat karya-karya (terutama sastra) yang bercitra Islam untuk menandingi karya-karya yang masih berunsur syirik. Untuk menandingi berbagai mantra tersebut, maka dibuatlah tawar, doa, dan lemu yang mengandung unsur Islam lebih dominan.
2. Konflik dalam Budaya Melayu
a. Di mulai dari masuk islam di riau bahkan hingga saat ini islam di melayu masih mempercayai animisme dan dinamisme, kepercayaan Animisme sendiri lebih kepada mempercayai hal - hal gaib seperti mempercayai ruh ruh arwah nenek moyang leluhur yang sudah meninggal yang mereka masih anggap berada di tengah - tengah makhluk halus (gaib leluhurnya ) bahkan makhluk halus ini mereka jadikan sembah - sembahan dan di muliakan Arwah leluhur nya apalagi dalam kondisi tertentu seperti ketika ritus perkawinan, kelahiran, pengobatan dan lain sebagai nya,yang di jadikan sebagai salah satu ungkapan syukurnya. mereka beranggapan dengan mengenang para arwah segala permintaan mereka di restui oleh para nenek moyang nya yang selalu mereka anggap ada di setiap keliling mereka walaupun tidak terlihat .
b. Kepercayaan Dinamisme kepercayaan yang lebih abstrak karena kepercayaan ini lebih kepada mengarah ke benda - benda, hewan dan lain sebagai, benda - benda ini di anggap mempunyai kekuatan gaib, yang memancar ke ruh-ruh,yang di sebut mana dan mereka percaya kekuatan ini bisa di miliki manusia ,karena ketika manusia mempunyai kekuatan mana adalah orang orang yang berhasil dalam pekerjaanny, Orang - orang berkuasa, dan orang - orang yang mampu memimpin orang lain, aku benda benda yang mempunyai mana seperti benda - benda batu akik
C. Hal - hal menyekutukan tuhan seperti Memercayai dukun bahwasanya ketika manusia sedang menghadapi masalah atau sedang sakit maka mereka berkonsultasi dengan dukun yang mampu menyembuhkan dan memberikan solusi ,dengan dukun tersebut baca matra di ikuti oleh pasien tersebut dengan mantra-mantra itu di amalkan terus oleh pasien agar apa yang di inginkan dapat tercapai.
d. Budaya melayu juga sangat pekat dengan mitos - mitos kepada hal - hal yang gaib yang secara rasional belum tentu kebenarannya seperti ketika laki-laki hendak melamar perempuan ketika laki - laki itu mengujungi rumah wanita itu tanpa di ketahui wanita nya nah pada saat laki-laki datang wanita tersebut sedang nyuci maka anggapan merka wanita ini lanyak di jadikan istri karna pandai dalam hal rumah tangga, namun ketika wanita itu
d. Mempercayai tangkal, tangkal bisa terbuat dari benda apa saja seperti tangkal gelang pukah Orang - orang melayu juga percaya bahwa tangkal mempunyai kekuatan gaib dan dapat melindungi pemakainya dari suatu penyakit atau dari perbuatan sihir memakai tanggal tersebut di ikatkan pada lengan atau pinggang, dan membuat tangkal pada anak bayi dan di letekan di tempat tidur agar anak tersebut terhindar dari ganguan jin dan makhluk halus nya kegiatan ini dilakukan orang melayu primitif hingga saat ini .
e. Tangkal air pandan dan beda beras tajik yang di masukan kedalam mangkok lalu di tambahkan air dan di masukan pandan yang di pegang oleh suamiguna nya untuk ketika seorang suami istri yang hendak pindah dari rumah baru nya ,agar hubungan keluarga nya baik-baik dan tetap rukun, air tersebut di cipratkan di depan halamn rumah dan pintu sebanyak 3 kali
3. Solusi
, dalam keadaan seperti ini peran ulama dan dai sangat penting, bahkan perhatian perintah terhadap penduduk ini juga berpengaruh besar, apalagi Riau sendiri merupakan pulau sumatra yang cukup luas dimana masyarakat atau penduduk tidak sepadat di jogja di lengkapi lagi disana banyak hutan-hutan dan di pedesakan jarak satu rumah ke rumah lumayan jauh, dengan keadaan seperti ini perlu di tekan kan lagi peran pemerintah sangat penting untuk memudahkan akses tempat pelosok menuju tempat ramai atau perkotaan, bahkan akses listrik menuju desa ke desa juga sangat penting agar masyarakat tidak terlalu ketinggalan zaman dan wawasan mereka juga luas terhadap islam sendiri,Kemudian peran ulama atau orang alim juga berperan penting karna merupakan suatu orang besar yang menjadi panutan dalam suatu tempat tersebut dan perlahan bisa menghilang kan budaya budaya analisme dan dinamisme secara sedikit demi sedikit, agar suatu tempat tersebut atau daerah tersebut selalu di lindungi oleh Allah, Maka para dalam mengembangkan islam lebih berorientasi pada pendekatan hukum dengan menjadikan adat sebagai sasaran nya ketika hukum adat yang merupakan hasil dari kecendekiaan leluhur masa lalu tidak di lakukan dengan merombak muatan adat, dengan cara menuluskan adat tersebut dengan cata kebijakansaan dengan dalili tanpa harus menghapus nya tetaplah berpatokan kepada Rahmattan lil alamin , ulama ulama melayu di riau yang sangat saya apresiasi karna cara dalam berdakwah dengan cara menulis hikayat, gurindam, dengan bahasa melayu yang penuh makna dengan islamisasi Selanjutnya ya peran dai seorang dai hendaklah bijak dan update terhadap sosial, seperti membuat peta dimana tempat atau daerah yang kurang pengetahuan terhadap agamanya yang di jadikan strategi dakwah oleh dai tersebut memperkenalkan islam kepada orang orang awam, dai karna dai merupakan salah satu obat , dai yang cerdas dan perhatian nya yang sangat tinggi terhadap lingkungan juga sangat penting kreatif dan inovatif terhadap masyarakat , seorang dai juga harus mampu mengetahui kebudayaan dan ke aneka ragamaan dan kondisi psikologi masyarajat,kemudian di telaah kebenarannya dan menguat kan pendapat - pendapat dengan dalil - dalil atau hadis dan dai juga menggunakan metode dalam berdakwah agar dakwah nya mudah di terima di masyarakat, bahkan bisa dengan cara seorang dari tersebut berdomisili di tempat tersebut selama beberapa beberapa bulan untuk berdakwah cara seperti ini lebih mudah dan efektif.Lalu dengan cara tersebut di dai di dai bisa menghidupkan mesjid-mesjid mati dengan cara mengadakan pengajian terus penunggu atau perbulan kemudian di tambah lagi dengan mengajar TPA kepada anak anak atau bahkan orang tua,dan seorang dai juga bisa mendirikan pesantren dengan adanya pesantren maka agama bisa mulai lebih berkembang dan budaya budaya yang meyalahi aturan bisa perlahan hilang
PENUTUP
A. kesimpulan
Kehadiran Islam di dunia Melayu merupakan babakan baru bagi kehidupan orang Melayu, karena sebelum datangnya Islam, orang Melayu hidup dalam dunia yang penuh mitos dan mistis. Islam hadir dengan membawa konsep-konsep dan nilai-nilai baru yang menggeser nilai-nilai yang berbau mistis ke arah pemikiran yang rasional Islam juga mampu memecahkan persoalan-persoalan yang tak terpecahkan dalam keyakinan orang Melayu sebelumnya. Proses peralihan keyakinan orang Melayu dari Hinduisme/Buddhisme ke Islam merupakan tema yang menarik untuk dikaji. Hal ini mengingat agama merupakan inti dari suatu kebudayaan kebudayaan Melayu bersumber dari Islam dan tidak boleh ada pertentangan adat dengan Islam, jika terdapat pertentangan maka adatlah yang harus mengalahMasyarakat Melayu juga menjadikan Islam sebagai identitas budayaatau Islam menjadi teras utama dalam budaya Melayu. Dengan memasukkan nilai-nilai Islam dalam adat atau budaya Melayu akan mempermudah proses persebatian Islam dengan budaya Melayu.
Lampiran
No
Konflik
Solusi
1
Masyarakat kurang menelaah budaya nenek moyong lelulur
Penting peran seorang ulama dan dai di suatu tempat atau daerah masyarakat tersebut untuk berdakwah dan meluruskan kebudayaan leluhur dan menguatkan nya dengan dalil Al-Quran dan hadis
2
Kurang nya wawasan bagi masyakat pedesaan
Pemerintah hendak nya lebih perhatian terhadap masyarakat
Komentar
Posting Komentar